Rabu, 20 Agustus 2014

Permainan Tradisional indonesia



sewaktu kecil pasti setiap orang sering main bersama dengan teman teman dan pastinya kalian pernah memainkan permainan tradisional yang mungkin sekarang sudah jarang di mainkan oleh anak anak. Kali ini saya akan menyebutkan beberapa permainan yang dulu paling sering dimainkan oleh anak-anak. 

1. Sondah
 
Sondah adalah nama permainan yang umumnya dimainkan oleh anak-anak, khususnya anak perempuan. Permainan ini dapat dimainkan pada bidang datar atau tanah dengan membuat pola gambar berbentuk kotak-kotak berpalang. Setiap pemain memegang sepotong pecahan genteng atau batu pipih, yang kemudian dilemparkan ke dalam kotak permainan. Pemain melompat-Iompat dari kotak ke kotak berikutnya. Kotak yang berisi pecahan genting tidak boleh diinjak. Pemain dinyatakan kalah jika menginjak garis kotak atau bagian luar kotak.  Permainan in biasa disebut Engklek oleh suku jawa, cak engkle di palembang , dan enge-enge di manado.

2. Enggrang

Enggrang adalah permainan tradisional Indonesia. Permainan ini belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti : sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau. Alat permainan tradisional satu ini sudah tidak asing lagi bagi anak-anak di lingkungan masyarakat Jawa, karena hampir pasti bisa ditemui dengan mudah di berbagai tempat di pelosok pedesaan dan perkotaan, pada masa lalu. Enggrang termasuk permainan anak, karena permainan ini sudah muncul sejak dulu paling tidak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, semasa penjajahan Belanda. Namun saat ini permainan tersebut sudah jarang ditemui.

3. Bentengan

        Bentengan adalah salah satu permainan khas Indonesia. Permainan ini dimainkan oleh dua grup, masing – masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing – masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai ‘benteng’. Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih benteng lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan menawan seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi penawan dan yang tertawan ditentukan dari waktu terakhir saat si penawan atau tertawan menyentuh benteng mereka masing – masing.

4. Congklak

Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.
Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, atau juga dapat membuat lubang pada tanah. Sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat dimabil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.
 
5. Gobak Sodor

Istilah gobak sodor seringkali dihubung-hubungkan dengan istilah asing yang berbunyi go back to door. Gobak sodor atau galasin termasuk jenis permainan daerah dari Indonesia. Sama seperti bentengan, gobak sodor juga tergolong permainan grup, yang terdiri dari dua grup.  Masing-masing grup berisi 3-5 orang. Inti dari permainan ini adalah setiap pemain harus menghadang lawan mereka agar tidak bisa lolos melewati garis. Kelompok yang menang bisa membawa semua anggota untuk mencapai garis finish yang telah ditentukan.



6. Lompat Tali

         Lompat tali merupakan Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya, karena permainan lompat tali ini bisa di temukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengn nama yang berbeda-beda. permainan lompat tali ini biasanya identik dimainkan oleh anak perempuan, tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain. Permainan ini sangatlah sederhana, karena hanya bermodalkan seutas tali atau karet gelang yang disusun permainan ini dapat dimainkan oleh minimal 3 anak, 2 anak sebagai pemegang tali dan 1 anak yang memainkan tali.

7. Ular Naga

Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih. Permainan ini dimainkan sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional.

 Permainan sederhana ini benar-benar membawa kita kembali ke masa kanak-kanak. Permainan modern, seperti PS atau video games, mungkin terlihat lebih keren dan menarik. Namun, tahukah Anda seberapa asyiknya permainan tradisional di atas? Dan tahukah anda bahwa permainan tradisional tersebut jauh lebih memiliki nilai edukasi yang jauh berbeda dibandingkan permainan modern? So, mari kenalkan pada anak-anak kita bagaimana serunya permainan tradisional.. semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar